AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA MINTA PERAWAT YANG TEWAS AKIBAT SERANGAN KKB DIUSUT TUNTAS - MEDIA PERS INDONESIA
04/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA MINTA PERAWAT YANG TEWAS AKIBAT SERANGAN KKB DIUSUT TUNTAS

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA MINTA PERAWAT YANG TEWAS AKIBAT SERANGAN KKB DIUSUT TUNTAS

Media Pers Indonesia – Deputi Direktur Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya perawat Gabriella Meilani di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Perawat Gabriella Melani meninggal dunia usai dirinya jatuh ke jurang saat berusaha menyelamatkan diri dari serangan kelompok bersenjata.”Kami juga sangat menyesalkan dan mengecam keras terjadinya insiden yang membuat perawat Gabriella terpaksa lari dan menyelamatkan diri. Serangan, penyiksaan, dan perbuatan yang merendahkan martabat manusia apapun, apalagi sampai yang mengarah ke pembunuhan di luar hukum tidak bisa dibenarkan. Hak untuk hidup adalah hak fundamental,” katanya dalam siaran pers yang diterima, Minggu (19/9/21).

Untuk itu, ia mendesak negara untuk segera mengusut tuntas kematian perawat Gabriella. Semua pelaku pelanggaran HAM, baik aparat keamanan, kelompok bersenjata, maupun warga biasa yang terbukti melanggar HAM harus diadili secara terbuka, efektif, dan independen di pengadilan sipil.”Tragedi ini seharusnya menjadi pengingat bagi Presiden Jokowi untuk mengevaluasi pendekatan keamanan yang selama ini dipraktekkan dalam menyelesaikan konflik di Papua.

Selain itu, untuk mencegah siklus kekerasan yang terus berulang di Papua, negara harus segera mengakhiri impunitas yang selama ini terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Amnesty International Usman Hamid menambahkan, situasi Papua yang terus menerus diwarnai kekerasan tidak lepas dari rendahnya perhatian élite-elite politik Jakarta.”Setiap kali ada kekerasan, setiap itu pula kita melihat negara gagal untuk melakukan investigasi secara fair dan menyeluruh, apalagi menuntut pelakunya ke pengadilan umum,” kata Usman.

@mediapersindonesia

error

Share to: