Media Pers Indonesia Media Pers Indonesia » BENTUK DAN ISI SURAT KUASA

BENTUK DAN ISI SURAT KUASA

BENTUK DAN ISI SURAT KUASA

Mediapersindonesia.com – ILMU HUKUM. Pemberian kuasa oleh seseorang kepada orang lain dpat dilakukan secara lisan dapat juga secara tertulis, bentuk pemberian kuasa secara lisan dituangkan dalam berita acara yang sah yang dibuat oleh pejabat yang berwenang untuk itu, sedangkan secara tertulis dilakukan dalam bentuk Surat Kuasa Khusus, yang didalamnya berisi perihal sebagai berikut :

a. Judul surat kuasa;

b. Identitas pemberi dan penerima kuasa;

c. Ikrar atau pernyataan pemberian kuasa oleh pemberi kuasa kepada penerima kuasa;

d. Urusan atau permasalahan yang dikuasakan;

e. Pemilihan domisili pemberi kuasa untuk urusan yang dikuasakan;

f. Waktu dan tempat pemberian kuasa;

g. Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa;

h. Materai Rp. 1.000,- (seribu rupiah) ad.

a : Judul Surat Kuasa.

Dalam surat kuasa untuk mengajukan tuntutan hak ke pengadilan judulnya adalah “Surat Kuasa Khusus” yang berarti surat kuasa tersebut hanyalah khusus untuk mengajukan tuntutan hak ke Pengadilan tertentu, baik untuk tuntutan hak yang berupa permohonan maupun yang berupa gugatan.

b : Identitas penerima dan pemberi kuasa.

Didalam surat kuasa harus disebutkan secara jelas identitas dari penerima dan pemberi kuasa yang terdiri dari nama lengkap, umur, pekerjaan dan alamatnya. Bagi pemberi kuasa yang bertindak untuk dan atas nama badan hukum, didalam surat kuasa harus disebutkan secara tegas kedudukannya sebagai kuasa dari badan hukum itu yang berarti harus menyebut identitas dari badan Hukum yang dimiliki.

c. Ikrar pemberi kuasa.

Pemberi kuasa didalam surat kuasa harus secara tegas menyatakan maksudnya memberikan kuasa kepada penerima kuasa, sebab justru pemberian kuasa baru terjadi kalau ada pernyataan kehendak tersebut.

Baca Juga: PENGERTIAN PEMBERI KUASA DAN SURAT KUASA

d. Urusan atau permasalahan yang dikuasakan. Urusan atau permasalahan yang dikuasakan harus secara tegas dicantumkan didalam surat kuasa, dengan maksud agar penerima kuasa mengetahui secara tepat yang harus dan boleh dilakukannya, disamping itu pencantuman urusan dan permasalahan didalam surat kuasa adalah agar masing-masing pihak menegetahui batas wewenangnya.

e. Pemilihan domisili. Didalam surat kuasa harus disebutkan domisili yang dipilih untuk urusan yang dikuasakan, dengan maksud agar dalam hubungannya dengan pihak ketiga dapat diketahui domisilinya.

f. Waktu dan tempat pemberian kuasa. Terutama waktu pemberian kuasa harus disebutkan didalam surat kuasa, tujuannya untuk bias mengetahui tindakan yang harus dilakukan oleh penerima kuasa dilakukan sebelum atau sesudah pemberian kuasa.

g. Tanda tangan pemberi kuasa dan penerima kuasa. Tanda tangan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah termasuk cap jempol pemberi kuasa. Tanpa adanya tanda tangan dari pemberi kuasa maka surat kuasa itu tidak sah.

h. Materai

Karena surat kuasa dimaksudkan untuk bukti adanya suatu perbuatan hukum persetujuan pemberi kuasa, maka ketentuan menurut Undang-undang tentang Bea materai, supaya dapat diterima sebagai alat bukti maka surat kuasa tersebut harus bermaterai cukup.

Sebagai suatu perjanjian maka surat kuasa akan berakhir atau menjadi hapus karena beberapa sebab sebagaimana disebut didalam Undang-undang, yaitu Pasal 1813-1819 KUH. Perdata. Menurut ketentuan tersebut diatas surat kuasa berakhir karena :

a. Ditariknya kembali (dicabut) pemberian kuasa itu oleh pemberi kuasa.

b. Meninggalnya pemberi kuasa.

c. Ditaruhnya pemberi kuasa dibawah pengapuan.

d. Peilitnya pemberi atau penerima kuasa.

e. Perkawinan perempuan yang memberikan kuasa dengan penerima kuasa.

error

Share to: