BUPATI BANJARNEGARA TANTANG KPK SAMBIL MEMBANTAH TELAH TERIMA DUIT FEE PROYEK RP2,1 MILIAR: TUNJUKKAN.!!! - MEDIA PERS INDONESIA
03/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » BUPATI BANJARNEGARA TANTANG KPK SAMBIL MEMBANTAH TELAH TERIMA DUIT FEE PROYEK RP2,1 MILIAR: TUNJUKKAN.!!!

BUPATI BANJARNEGARA TANTANG KPK SAMBIL MEMBANTAH TELAH TERIMA DUIT FEE PROYEK RP2,1 MILIAR: TUNJUKKAN.!!!

Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers pengumuman penetapan Bupati Banjarnegara tersangka korupsi

Media Pers Indonesia – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono membantah menerima fee sebesar Rp2,1 miliar dari berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara seperti disebut dalam konstruksi perkara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tadi diduga menerima uang Rp2,1 miliar. Mohon untuk ditunjukkan yang memberi siapa, kepada siapa, silakan ditunjukkan dan pemberinya siapa yang memberikan ke saya. Insyaallah saya tidak pernah menerima pemberian dari para pemborong semua,” kata Bupati Banjarnegara Budhi di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 4 September.

KPK menetapkan Budhi Sarwono bersama Kedy Afandi dari pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 2017-2018.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono 

“Saya tidak pernah menerima sama sekali. Tolong ditunjukkan yang memberi siapa,” kata Budhi.

Dia membantah memiliki perusahaan Bumi Redjo yang disebutnya dimiliki orang tuanya dan tidak pernah mengikuti proyek.

“Perusahaan Bumi Redjo itu milik orangtua saya bukan milik saya. Tidak ikut (proyek),” kata Budhi, seraya menandaskan  bakal mengikuti proses hukum.

“Semua saya serahkan kepada hukum. Saya sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) menaati peraturan hukum,” ujar Budhi.

Budhi dan Kedy disangka melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK menahan keduanya selama 20 hari ke depan sejak 3 September 2021 sampai dengan 22 September 2021.

@mediapersindonesia

error

Share to: