HARIS AZHAR SELAKU PENGACARA ROCKY GERUNG PERTANYAKAN KLAIM HGB SENTUL CITY - MEDIA PERS INDONESIA
03/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » HARIS AZHAR SELAKU PENGACARA ROCKY GERUNG PERTANYAKAN KLAIM HGB SENTUL CITY

HARIS AZHAR SELAKU PENGACARA ROCKY GERUNG PERTANYAKAN KLAIM HGB SENTUL CITY

Rocky Gerung didampingi kuasa hukumnya Haris Azhar dan Alghiffari Aqsa memberikan keterangan terkait sengketa lahan dengan Sentul City di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor.

Media Pers Indonesia – Polemik sengketa tanah antara Rocky Gerung dan PT Sentul City Tbk masih terus berlanjut. Kedua pihak saling klaim menjadi pemilik lahan yang sah. Sentul City berbekal Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) mengeklaim tanah garapan yang ditempati Rocky Gerung di Blok 026 Kampung Gunung Batu, RT 02/11, Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Sedangkan Rocky Gerung menyatakan punya Akta Jual Beli (AJB) dan menyatakan sebagai penguasa fisik tanah tersebut sejak 2009 setelah membelinya dengan sah dari penguasa tanah garapan sebelumnya.

Kuasa hukum Rocky, Haris Azhar, menyebut polemik ini tak hanya dialami kliennya melainkan juga turut dialami warga lain. “Tanahnya diserobot oleh Sentul City, tapi ini sebenarnya Bang Rocky tidak sendirian, ada praktik-praktik yang masif yang sudah berlangsung lama. Kelakuan Sentul City ini mengambil tanah warga dengan materi-materi yang bisa saya sebut curang, baik dari sisi hukum dan administrasi maupun dari sisi hukum pertanahan,” ujar Haris kepada wartawan, Senin (13/9/21).

Khusus sengketa lahan kliennya, Haris mengaku ada banyak kejanggalan di dalamnya. Salah satunya yakni soal ketertiban administrasi Sentul City mengenai HGB. Ia mempertanyakan mengenai HGB tersebut.

“Salah satunya kapan dan bagaimana ia memperoleh tanah ini. Bahwa tanah ini tidak pernah putus dimiliki, digunakan, dan dikuasai oleh Rocky Gerung maupun orang sebelum Rocky Gerung yang sejak tahun 1960-an. Padahal tahun 1959 lalu PT Sentul City belum berdiri masih sibuk mendekati Presiden, jadi tidak mungkin. Dari kasus ini saja jelas ada gambaran yang curang,” ucap Haris.

Haris pun menyatakan Rocky Gerung dan Sentul City tidak pernah ada kesepakatan jual beli atas kepemilikan lahan tersebut. “Enggak bisa tiba-tiba muncul HGB. Kaya kasusnya Bang Rocky, HGB [tiba-tiba] nongol. Dia (Sentul City) enggak pernah jual beli sama Bang Rocky atau dengan orang sebelum Bang Rocky. Dia kalau datang ke lapangan BPN bikin HGB dia harus menunjukkan patoknya (tanah) sebelah mana. Enggak mungkin bisa dia nunjukin patoknya,” beber Haris.

Haris menduga praktik penyerobotan lahan oleh Sentul City terhadap lahan milik orang lain publik ini terdapat potensi korupsi dan telah berlangsung lama.

“Jadi yang kita hadapi dari kasus Bang Rocky yang ramai di media sebetulnya ini adalah gunung es yang menggambarkan bagaimana praktik dari perusahaan properti seperti PT Sentul City ini mengambil lahan milik masyarakat,” ungkap Haris.

Menambahkan pernyataan Haris, Alghiffari Aqsa yang merupakan kuasa hukum dari warga Sentul City merasa terpanggil untuk ikut turun tangan membantu penanganan perkara ini.

“Jadi kompleks sekali permasalahan yang dibuat oleh Sentul City ini. Bahwa ada potret perusahaan yang sangat rakus dengan tanah, sangat rakus dengan lainnya dengan harta tapi merugikan banyak orang,” ucap Alghiffari.

Menurut dia Sentul City seharusnya menempuh jalur jual beli bila menginginkan suatu lahan.

“Mereka (Sentul City) harus negosiasi dulu dengan warga. Kalau mau menguasai tanah Bang Rocky negosiasi dulu, berapa mau dijual mau beli, mau mengembangkan Sentul City dua dan lain lain kalau tidak mau jual ya tidak bisa melakukan penggusuran paksa. Kalau pun punya SHGB dan lain lain, dia enggak bisa gusur sendiri, tapi ada negara. Sentul City bukan negara. Ada pengadilan, ada aparatur negara, bukan Sentul City,” pungkasnya.

Sengketa ini berawal ketika Rocky Gerung mendapatkan somasi dari Sentul City. Dia diminta untuk mengosongkan kediamannya dalam 7×24 jam. Somasi tersebut dikirimkan sebanyak tiga kali, tetapi tak dipenuhi oleh Rocky.

Tak hanya Rocky saja yang mendapatkan somasi. Sejumlah warga lainnya di sekitar tempat tinggal Rocky yang tak jauh dari titik Km 0 Sentul juga mendapatkan somasi. Sentul City mengeklaim sebagai yang berhak atas tanah tersebut berdasarkan SHGB yang dimiliki. Sementara Rocky menyatakan sebagai penguasa fisik dan sudah membeli tanah garapan itu sejak 2009 dari warga setempat.

@mediapersindonesia

error

Share to: