JENIS - JENIS SEKSUAL MENYIMPANG YANG MENJADI DELIK DAN DAPAT DIPIDANA DALAM RUU KUHP - MEDIA PERS INDONESIA
05/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » JENIS – JENIS SEKSUAL MENYIMPANG YANG MENJADI DELIK DAN DAPAT DIPIDANA DALAM RUU KUHP

JENIS – JENIS SEKSUAL MENYIMPANG YANG MENJADI DELIK DAN DAPAT DIPIDANA DALAM RUU KUHP

Media Pers Indonesia – RUU KUHP telah mengatur semua jenis seksual menyimpang dan bisa dikenai tindak pidana. Tentu dengan sejumlah syarat, seperti adanya aduan dan siapa saja yang boleh mengadu. Berikut beberapa pasal di antaranya:

1. Seks Oral
Seks oral masuk kategori seksual menyimpang dan menjadi jenis pidana. Di RUU KUHP, seks oral termasuk jenis pemerkosaan.

2. Seks Anal
Seks anal juga dimasukkan dalam seks menyimpang dan dimasukkan ke jenis pidana pemerkosaan. Definisi pemerkosaan diluaskan yang tertuang dalam Pasal 479 ayat 1 RUU KUHP:

Setiap orang yang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang bersetubuh dengannya dipidana karena melakukan perkosaan, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

“Dalam ketentuan ini, perkosaan tidak hanya persetubuhan dengan perempuan di luar perkawinan yang bertentangan dengan kehendak perempuan tersebut, melainkan diperluas, termasuk laki-laki memasukkan alat kelaminnya ke dalam anus atau mulut perempuan,” demikian bunyi Penjelasan Pasal 479 ayat 1.

3. Memasukkan alat kelamin ke dalam anus atau mulut orang lain;
4. Memasukkan alat kelamin orang lain ke dalam anus atau mulutnya sendiri;
5. Memasukkan bagian tubuhnya yang bukan alat kelamin atau suatu benda ke dalam alat kelamin atau anus orang lain.

Ancaman pidana kepada pelaku perkosaan (seks menyimpang) di atas akan semakin berat, apabila:

1. Jika korban adalah anak, maka hukuman pelaku diperberat menjadi 15 tahun penjara.
2. Jika korban mengalami luka berat, maka hukuman pelaku diperberat menjadi 15 tahun penjara.
3. Jika korban sampai mati, maka maka hukuman pelaku diperberat menjadi 20 tahun penjara.
4. Jika pelaku adalah ayah, ayah tiri, wali korban, maka hukuman pelaku diperberat menjadi 20 tahun penjara.

6. Memperkosa Hewan
Dalam KUHP saat ini, pemerkosa hewan tidak disebutkan dengan tegas bisa dipenjara. Namun, dalam draf RUU KUHP, pemerkosa hewan terancam 1 tahun penjara.

“Dipidana karena melakukan penganiayaan hewan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori II, setiap orang yang menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya dengan melampaui batas atau tanpa tujuan yang patut; atau melakukan hubungan seksual dengan hewan,” demikian bunyi Pasal 341 ayat 1.

Ancaman hukuman juga ditujukan kepada orang yang mengeksploitasi hewan di luar kemampuan kodratnya sehingga kesehatan hewan itu terancam atau mati. Ancamannya 1 tahun penjara.

7. Homoseksual
Perilaku homoseksual masih menjadi perdebatan apakah termasuk penyimpangan seksual atau bukan. Dalam KUHP saat ini, homoseksual menjadi pidana apabila salah seorang di antaranya adalah anak.

Saat ini, RUU KUHP sudah disetujui DPR dalam Rapat Tingkat I pada Oktober 2019. Tapi karena ditolak mahasiswa, DPR menunda pengesahannya. Pemerintah masih melakukan sosialisasi hingga hari ini agar RUU KUHP bisa disahkan dalam waktu dekat.

@mediapersindonesia

error

Share to: