July 24, 2024

KOPILOT YETI AIRLINES TEWAS SEPERTI SUAMI 16 TAHUN LALU

Mediapersindonesia.com – INTERNASIONAL. Kecelakaan pesawat Yeti Airlines di Nepal menyimpan kisah pilu bagi keluarga dan kerabat korban yang ditinggalkan.

Salah satu cerita pilu itu datang dari sang kopilot bernama Anju Khatiwada yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan itu.

Sebelum menjadi kopilot di Yeti Airlines, Anju Khatiwada memasuki dunia penerbangan pada 2010, empat tahun setelah suaminya, Dipak Pokhrel, meninggal.

Dipak juga berprofesi sebagai pilot. Namun, ia meninggal saat kecelakaan pesawat pada 2006 silam.

“Suami dia, Dipak Pokhrel, meninggal pada 2006 dalam kecelakaan pesawat Twin Otter milik Yeti Airlines di Jumlah,” ujar juru bicara maskapai Yeti Airline, Sudarshan Bartaula, seperti dikutip Reuters, Senin (16/1).

Ia lanjut bercerita, “Dia [Khatiwada] mendapat pelatihan pilot menggunakan uang yang ia dapat dari asuransi usai kematian suaminya.”

Bartaula juga mengatakan Khatiwada pernah menerbangkan pesawat ke rute wisata populer dari Kathmandu ke kota seperti Pokhara.

Salah satu pejabat Yeti Airlines juga mengungkapkan di hari insiden kecelakaan, Khatiwada menerbangkan pesawat ke Pokhara.

“Pada Minggu, dia menerbangkan pesawat dengan instruktur pilot, dengan standar prosedur maskapai,” kata salah satu pejabat Yeti Airlines.

“Dia selalu siap mengambil tugas dan pernah menerbangkan pesawat ke Pokhara sebelumnya.

Baca juga: KOTAK HITAM YETI AIRLINES YANG JATUH KE JURANG DI NEPAL DITEMUKAN

Sepanjang ia berkarier, Khatiwada memiliki lebih dari 6.400 jam terbang.

Khatiwada diduga menjadi salah satu korban dalam kecelakaan pesawat Yeti Airlines yang jatuh pada Minggu (15/1).

Namun, sejauh ini jenazah co-pilot perempuan itu belum teridentifikasi. Beberapa pihak meyakini dia meninggal.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Kathiwanda tampak berguling ke sana ke mari.

Yeti Airlines mengalami kecelakaan pada Minggu. Imbas insiden ini, setidaknya 68 orang, termasuk 15 warga asing tewas.

Warga asing itu di antaranya empat warga Rusia, dua warga Korea, dan masing-masing satu orang dari Irlandia, Prancis, Argentina, dan Australia.

Dari jumlah korban tewas sebanyak 37 laki-laki, 25 perempuan, tiga anak-anak dan tiga di antaranya masih bayi.

Pesawat Yeti Airlines mulanya terbang dari Kathmandu menuju Pokhara. Di tengah perjalanan, pesawat menabrak tebing jurang yang terletak di antara bandara lokal Pokhara dan bandara internasional baru.

Menurut laporan, pesawat terakhir melakukan kontak dengan bandara Pokhara sekitar pukul 10.50 waktu setempat.

Pesawat kemudian bergerak turun di ngarai Sungai Seti.

Tak lama berita kecelakaan itu muncul, pasukan Angkatan Darat Nepal dan berbagai departemen kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi.

Terbaru, tim telah menemukan kotak hitam Yeti Airlines pada Senin.