Media Pers Indonesia Media Pers Indonesia » LEMBAGA JAMINAN DI INDONESIA

LEMBAGA JAMINAN DI INDONESIA

LEMBAGA JAMINAN DI INDONESIA

Mediapersindonesia.com – ILMU HUKUM. Jaminan adalah sesuatu yang di berikan kepada kreditur untuk menimbulkan keyakinan bahwa debitur akan memenuhi kewajibannya yang dapat dinilai dengan uang yang timbul dari suatu perikatan. Istilah hukum jaminan berasal dari kata Resht dalam rangkaiannya sebagai Zekerheidsrechten yang berarti hak, sehingga Zekerheidsrechten adalah hak-hak jaminan. Tempat pengaturan hukum jaminan dapat dijumpai dalam KUHPer ada pada Pasal 1131 dan di luar KUHPer diatur dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), UU Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan (UUHT), UU Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan.

Arti penting lembaga jaminan untuk menjamin pelaksanaan prestasi debitor contoh dalam perjanjian kredit untuk menjamin pelunasan suatu piutang kreditor dalam perkembangan ekonomi dan perdagangan selelu diikuti dengan perkembangan fasilitas akan kredit. Fasilitas kredit yang diberikan olek kreditor atau bank demi keamanannya diperlukan jaminan atau anggunan, dengan jaminan ini akan diperoleh pengembalian piutangnya jika debitor wanprestasi atau inkar janji dengan cara mengeksekusi benda jaminan tersebut.

Berbicara tentang Lembaga Jaminan dan Kredit maka erat kaitannya dengan Bank, dalam Kepustakaan perbankkan dikemukakan secara terminologi Bank berasal dari kata bahasa italia “Banco” yang berarti bangku, banku inilah yang dipergunakan oleh bunker unuk melayanai kegiatan operasionalnya kepada nasabah. Istilah banku secara resmi dan populer menjadi bank.

Kredit adalah kata dari credere yang berarti kepercayaan dalam arti ekonomi adalah penundaan pembayaran dari prestasi yang diberikan sekarang, hal disini adalnya hubungan hutang piutang antara kreditor dan debitor, menurut Undang-Undang perbankkan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dopersamakan denga itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam peminjam antara bank dengan debitor.

Jadi kredit adalah utang piutang, yang menjadi dasar hukum kredit dalam KUHPerdata adalah Pada Pasal 1754 :” Siapa yang menerima pinjaman sesuatu diwajibkan menyimpan dan memeliharabarang pinjamannya sebagai seorang bapak rumah yang baik, ia tidak boleh memakainya guna suatu keperluan lain yang ditentukan dalam perjanjian kesemuannya atas ancaman penggantian biaya rugi dan bunga jika ada alasan untuk itu. Jika ia memakai barang pinjamanannya guna suatu keperluan lain ata lebih lama dari yang diperbolehkan maka selain dari pada itu ia adalaah bertanggung jawab atas musahnya barang ini disebabkan suatu kejadian yang sama sekali tidak disengaja”.

Baca Juga: JENIS-JENIS JAMINAN PADA HAK TANGGUNGAN

Abdurrachman mengemukakan perbankan (banking) pada umumnya ialah 3 kegiatan-kegiatan dalam menjual-belikan mata uang, serat efek dan instrumen-instrumen yang dapt diperdagangkan. Penerimaan deposito, untuk memudahkan penyimpanannya atau untuk mendapatkan bunga dan/atau pembuatan, pemberian pinjaman-pinjaman dengan atau tanpa barang-barang tanggungan, penggunaan uang yang ditempatkan atau diserahkan untuk disimpan. Pembelian, penjualan, penukaran atau penguasaan atau penahanan alat pembayaran, instrumen yang dapat diperdagangkan atau benda-benda lainnya yang mempunyai nilai moneter secara langsung sebagai suatu kegiatan yang teratur.

Menurut O.P.Simorangkir bank merupakan salah satu badan usaha lembaga keuangan yang bertujuan memberikan kredit dan jasa-jasa, adapun pemberian kredit itu dilakukan baik dengan modal sendiri atau dengan dana-dana yang dipercayakan oleh pihak ketiga maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat pembayaran baru berupa uang giral. Ketentuan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 selanjutnya disebut UUP dijelaskan Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya, sedangkan pengertian Bank dijelaskan dalam Pasal 1 angka 2 UUP yaitu Bank adalah Badan Usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Bank adalah suatu badan usaha yang berbadan hukum yang bergerak di bidang jasa keuangan yang dapat menghimpun dana dari masyarakat secara langsung dan menyalurkannya kembali ke masyarakat melalui pranata hukum perkreditan. Mengingat bank sebagai lembaga jasa keuangan yang secara langsung dapat menarik dana dari masyarakat perlu pengaturan secara khusus, hal ini dibutuhkan agar bank dalam menjalankan aktifitasnya harus selalu mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang bank sebagai jasa keuangan.

error

Share to: