MACAM-MACAM DELIK DALAM HUKUM PIDANA DI INDONESIA - MEDIA PERS INDONESIA
04/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » MACAM-MACAM DELIK DALAM HUKUM PIDANA DI INDONESIA

MACAM-MACAM DELIK DALAM HUKUM PIDANA DI INDONESIA

Mediapersindonesia.com – Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) memang tidak terdapat penjelasan yang jelas mengenai strafbaar feit. Namun, menurut S.R. Sianturi dalam bukunya yang berjudul Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, dijelaskan bahwa para ahli hukum telah menggunakan istilah delik atau strafbaar feit dalam berbagai perumusan perundang-undangan sehingga strafbaar feit, delik memiliki arti yang sama yakni tindak pidana.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), delik berarti perbuatan yang dapat dikenakan hukuman karena merupakan pelanggaran terhadap undang-undang, atau diartikan juga sebagai suatu tindak pidana.

Dalam ilmu hukum pidana, biasanya delik yang paling dikenal adalah delik formil dan materiil. Namun, delik dalam hukum pidana tidak hanya itu saja. Dalam hal ini ada beberapa delik dalam hukum pidana diantaranya yaitu:

  1. Delik Formil Delik formil merupakan delik yang menekankan bahwa terdapat larangan atas suatu perbuatan. Contohnya seperti dalam Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.
  2. Delik Materiil Berbeda dengan delik formil, delik materiil merupakan delik yang menekankan pada dilarangnya suatu akibat sehingga bila akibat tersebut tidak terjadi maka perbuatan dianggap sebagai percobaan tindak pidana. Contohnya dalam Pasal 378 KUHP tentang perbuatan curang.
  3. Delik Commissionis Delik commissionis merupakan delik pelanggaran terhadap larangan yang dilakukan dengan tindakan aktif baik delik tersebut dirumuskan secara formil maupun materiil. Contohnya Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.
  4. Delik Ommisionis Merupakan delik yang mengatur mengenai perbuatan karena tidak melakukan sesuatu atau melanggar dan/atau mengabaikan perintah seperti Pasal 531 KUHP tentang tidak menolong orang yang memerlukan pertolongan.
  5. Delik Commissionis per ommissionem commissa Merupakan pelanggaran terhadap larangan juga namun dilakukan secara pasif atau tidak berbuat seperti pada Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana
  6. Delik Aduan dan Delik Biasa Delik aduan penuntutannya berdasarkan pengaduan dari korban yang sifatnya dibagi menjadi 2 (dua), yakni:

a.  Delik aduan mutlak (absolut) merupakan delik yang dapat dituntut bila terdapat pengaduan dan jika pelaku kejahatan lebih dari satu orang maka semua pelaku harus diadukan baru selanjutnya dilakukan penuntutan. Contohnya dalam ketentuan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

b.  Delik aduan relatif merupakan delik biasa dimana penuntutan didasarkan pada kehendak korban karena pelaku kejahatan memiliki hubungan dengan korban dan bila pelaku kejahatan lebih dari satu orang maka korban dapat memilih pelaku mana yang akan diadukan.

c.  Delik Dolus merupakan delik yang mengandung unsur kesengajaan. Contohnya adalah Pasal 245 KUHP tentang pemalsuan mata uang dan uang kertas.

Baca Juga: KONSTITUSI YANG PERNAH BERLAKU DI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

7.   Delik Culpa Merupakan delik yang mengandung unsur kealpaan seperti pada Pasal 203 KUHP yang pada intinya menjelaskan kesalahan akibat kelalaian (kealpaan) seseorang yang menyebabkan sesuatu barang masuk ke dalam sumur, pompa atau sumber air untuk umum yang membahayakan nyawa dan kesehatan orang lain maka terdapat ancaman pidana penjara atau pidana kurungan dan/atau denda.

8.   Delik Tunggal Delik tunggal merupakan delik dimana perbuatan hanya dilakukan satu kali saja.

9.   Delik berganda Merupakan delik dimana perbuatan baru dianggap menjadi delik jika dilakukan lebih dari satu kali.

10.  Delik Sederhana Delik sederhana merupakan delik yang terbentuk biasa tanpa unsur yang memberatkan seperti Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

11.  Delik berkualifikasi Merupakan  delik sederhana namun memiliki satu atau lebih     keadaan tertentu atau keadaan khusus yang dapat memperberat tindakan atau   menimbulkan akibat khusus sehingga dapat diancam dengan sanksi pidana yang lebih    berat daripada sanksi yang diancamkan pada delik aslinya contohnya dalam Pasal 363    KUHP tentang pencurian dalam keadaan tertentu dengan ancaman pidana nya lebih berat, yakni 7 (tujuh) atau 9 (Sembilan) tahun daripada ketentuan ancaman pidana dalam Pasal   362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun    atau denda paling banyak sembilan ratus rupiah saja.

Baca Juga: MANGKIR DARI PEMERIKSAAN DUGAAN SUAP PENGURUSAN DANA INSENTIF DAERAH (DID) KABUPATEN TABANAN, BALI, KPK ULTIMATUM DOSEN UNIVERSITAS UDAYANA

12. Delik Umum Merupakan delik yang dilakukan oleh siapa saja dan diberlakukan secara umum.

13. Delik Propria Berbeda dengan delik umum, delik propria dilakukan oleh orang-orang tertentu saja seperti dalam delik yang hanya dilakukan oleh militer. 14. Delik Pelanggaran Delik Pelanggaran dianggap sebagai perbuatan pidana karena diatur dalam undang-undang dan dirumuskan dalam buku III KUHP.

14. Delik Pelanggaran Delik Pelanggaran dianggap sebagai perbuatan pidana karena diatur      dalam undang-undang dan dirumuskan dalam buku III KUHP.

error

Share to: