MAHASISWA FAKULTAS HUKUM S1 UNIVERSITAS PAMULANG MELAKSANAKAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN CILENGGANG, SERPONG - MEDIA PERS INDONESIA
03/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » MAHASISWA FAKULTAS HUKUM S1 UNIVERSITAS PAMULANG MELAKSANAKAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN CILENGGANG, SERPONG

MAHASISWA FAKULTAS HUKUM S1 UNIVERSITAS PAMULANG MELAKSANAKAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN CILENGGANG, SERPONG

Bapak Lurah Kelurahan Cilenggang Bapak Umar Dhani. S.Sos (Tengah) Beserta Jajarannya Berfoto Bersama Dengan Para Mahasiswa Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat (19/10/2021)

Mediapersindonesia.com – Pengabdian kepada masyarakat (PKM) Dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum S1 Universitas Pamulang di Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan pada hari selasa 19 Oktober 2021, dengan mengangkat tema “Penyuluhan Kepada Masyarakat Dalam Pemberantasan Kejahatan Informasi Dunia Nyata dan Dunia Maya (HOAKS) yang Berdampak Pada Berbagai Bidang”

Acara di mulai pukul 09:30 Wib sampai pukul 11:30 Wib yang dilangsungkan dikediaman Ketua RW.02.

Acara ini di hadiri oleh Lurah Kelurahan Cilenggang Bapak Umar Dhani, S.Sos, Bapak Ketua RW.02 Bapak H. Ade dan masyarakat sekitar.

Kegiatan di buka oleh MC Mulyani dan acara dimulai dengan pembacaan Do’a dan di lanjutkan dengan pemberian sambutan oleh Dosen pembimbing PKM Ibu Henlia Peristiwi Rejeki. SH.,MH namun karena beliau berhalangan hadir dikarenakan sedang sakit sehingga sambutan diwakilkan oleh Ketua Panitia Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Wahyudi Iskandar, dalam sambutannya ia mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan PKM teruntuk kepada seluruh masyarakat Kelurahan Cilenggang yang telah memberikan waktu dan tempat untuk melaksanakan kegiatan PKM ini.

Kemudian sambutan di lanjutkan oleh Ketua RW.02 Bapak H. Ade, dan dilanjutkan sambutan diberikan oleh Bapak Lurah Kelurahan Cilenggang Bapak Umar Dhani, S.Sos dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwasanya sangat diperlukan pemberian pemahaman kepada masyarakat terkait Hoaks agar masyarakat lebih bijak dalam memnggunakan Media Sosial, dalam kesempatan ini, beliau juga mengatakan bahwasanya berita bohong atau Hoaks ini sudah ada sejak dulu bahkan sejak zaman Nabi berita Hoaks telah banyak tersebar hanya saja berbeda dalam konteks penyebarannya, beliau menyampaikan semoga kegiatan PKM ini dapat bermanfaat dan memberi wawasan serta pemahaman tentang Hoaks kepada masyarakat.

Kemudian acara dilanjutkan pada sesi pamaparan materi yang sampaikan oleh narasumber Heriyanto Saputra dan Ahmad Priatna. Dalam pemaparan materi ini Heriyanto Saputra memberikan penjelasan kepada masyarakat dan peserta PKM mengenai pengertian Hoaks, sejarah perkembangan Hoaks di Dunia dan di Indonesia, kemudian terkait sudut pandang dari Aspek Hukum Pidana yang mengatur mengenai Hoaks tersebut.

Dalam penjelasannya ia mengatakan bahwasanya berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Hoaks itu berarti berita bohong atau berita tidak bersumber, Hoaks ini berasal dari bahasa inggris  yaitu Hocus dan kata Hocus tersebut berasal dari bahasa Latin yaitu Hocus-Pocus sebuah kalimat yang dipakai para pesulap di Italia saat melakukan  pertunjukan sulap untuk mengelabuhi para  penonton.

Kemudian  ia juga menyampaikan bahwasanya  Hoaks ini sudah ada sejak Tahun 1661 di Inggris yang mengabarkan berita bohong mengenai berita tentang rumah hantu yang di buat dalam sebuah buku, namun pada akhirnya  diketahui bahwa cerita tersebut  adalah  cerita bohong  atau Hoaks, ia juga mengatakan  bahwasanya pada tahun 1745 di Amerika  tepatnya  di pensylvania juga terdapat Hoaks yang cukup menghebohkan yaitu mengenai suatu batu yang disebut “Batu Cina” yang di percaya  dapat mengobati berbagai macam penyakit  namun setelah  diteliti  batu tersebut hanya berupa tanduk rusa yang dikeringkan dan tidak memiliki manfaat medis sedikitpun. Kemudian di tahun 1996 juga terdapat Hoaks yang menghebokan yang di kenal dengan kebohongan Sokal, saat itu Alan Sokal seorang Profesor Fisika dari New York  University membuat suatu artikel yang ditujukan pada “Social Text” sebuah media terkemuka yang mengkaji kebudayaan pascamodern untuk menguji sejauh mana intelektual  keilmuan para redaktur dari media terkenal tersebut.

Bahkan Hoaks ini telah ada jauh sebelum manusia pertama kali menginjakan kakinya dimuka bumi yaitu ketika Nabi Adam dan Hawa berada didalam Surga dan Allah melarang mereka untuk mendekati atau memakan buah Khuldi, saat itu Iblis mengatakan kepada Nabi Adam bahwa jika ia memakan buah tersebut maka Nabi Adam dapat hidup Abadi selamanya didalam Surga, namun faktanya itu hanya merupakan berita bohong dan tipu muslihat Iblis, dan akhirnya karena termakan berita bohong tersebut Nabi Adam memakannya dan dikeluarkan Allah dari Surga.

Ia melanjutkan dalam aspek sudut pandang hukum pidana setidaknya terdapat 3 (Tiga) Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur tentang Hoaks yaitu yang pertama dalam Pasal 27, Pasal 28 Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 sabegaimana telah di ubah menjadi Undang-undang No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, kemudian yang kedua ketentuan mengenai Hoax dapat ditemui dalam Pasal 390 KUHP, dan yang ketiga Pasal 14 Pasal 15 Undang-undang No 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Hoaks itu merupakan delik aduan dan delik materil sehingga harus ada yang melaporkan dan harus ada dampak yang ditimbulkan dari Hoaks tersebut baru dapat diproses hukum, namun ia mengingatkan bahwa pemidanaan adalah upaya terakhir (Ultimum Remendium) saat upaya mediasi tidak mendapatkan jalan keluar.

Narasumber lainnya yaitu Ahmad Priatna memaparakan meteri terkait faktor-faktor yang menyebabkan mengapa Hoaks itu mudah tersebar dan masih ada sampai saat ini, ia menjelaskan bahwasanya ada beberapa faktor yang mempengaruhinya diantaranya faktor ilmu pengetahuan yang membuat seseorang mudah untuk percaya akan suatu informasi tanpa melakuan check dan recheck terlebih dahulu, kurangnya sumber referensi sebagai pembanding antara informasi satu dengan informasi lainnya, selain itu faktor lainnya adalah pesatnya perkembangan informasi melalui internet yang menyebabkan semua dari kita dapat berpotensi menjadi produsen Hoaks.

Kemudian ia mengatakan dalam rangka pemberatasan berita bohong atau Hoaks ini sebagai penerima informasi kita harus cermati baik-baik tentang judul yang diberitakan apakah sesuai dengan isinya atau tidak apakah mengandung provokatif atau tidak, kita juga harus melihat darimana sumber berita tersebut apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak, jika sumbernya tidak jelas maka hal itu berpotensi bermuatan Hoaks, kita juga harus berfikir secara kritis dan jangan langsung membagikan berita atau informasi sebelum dilakukan cek and recheck dari sumber lainnya.

Dalam kesempatan ini ia juga menyampaikan bahwasanya HAM memberi kita hak untuk bersuara namun hukum membatasinya, ibarat sebuah tembok disatu sisi hukum itu memberi perlindungan bagi kita namun disatu sisi hukum juga membatasi gerak-gerik kehidupan kita.

Setelah narasumber memaparkan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, terlihat masyarakat yang begitu antusias dengan bergantian memberikan pertanyaan kepada narasumber.

Acara Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini di akhiri dengan Do’a bersama dan pemberian plakat penghargaan yang setinggi-tinggi kepada Kelurahan Cilenggang yang telah memberi kesempatan kepada para mahasiswa Fakultas Hukum S1 Universitas Pamulang untuk melakukan kegiatan PKM, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama mahasiswa peserta PKM dengan Pak Lurah beserta jajaranya dan masyarakat setempat.

@mediapersindonesia

PARA PESERTA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT.

Kelompok 1

1. Wahyudi (Ketua Kelompok)

2. Nofan (Anggota)

3. Andika (Anggota)

4. Bagas (Anggota)

5. Indah ( Anggota )

Kelompok 2

1. Wau (Ketua Kelompok)

2. Andy (Anggota)

3. Maniar (Anggota)

4. Rere (Anggota)

4. Lesy (Anggota)

Kelompok 3

1. Hafidz (Ketua Kelompok)

2. Heriyanto Saputra (Anggota)

3. Awalia (Anggota)

4. Ida Renata (Anggota)

5. Melly (Anggota)

Kelompok 4

1. Dede (Ketua Kelompok)

2. Abdul Gafur Achmad (Anggota)

3. Sely (Anggota)

4. Acin (Anggota)

5. Eli (Anggota)

Kelompok 5

1. Ahmad Priatna (Ketua Kelompok)

2. Fenny gustina (Anggota)

3. Octavia (Anggota)

4. Rifa (Anggota)

5. Reyna (Anggota)

Kelompok 6

1. Dalilah (Ketua Kelompok)

2. Mulyani (Anggota)

3. Febby Aulia (Anggota)

4. Ahmad Zarkasih (Anggota)

5. Isro (Anggota)

error

Share to: