MENWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET DIBEKUKAN REKTOR, BUNTUT DARI MENINGGALNYA MAHASISWA SAAT PELATIHAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN - MEDIA PERS INDONESIA
03/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » MENWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET DIBEKUKAN REKTOR, BUNTUT DARI MENINGGALNYA MAHASISWA SAAT PELATIHAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN

MENWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET DIBEKUKAN REKTOR, BUNTUT DARI MENINGGALNYA MAHASISWA SAAT PELATIHAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Mediapersindonesia.com – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof Jamal Wiwoho membekukan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS atau yang sering disebut Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS. Kebijakan ini dilakukan berdasarkan rekomendasi tim evaluasi yang dibentuk menyusul meninggalnya seorang mahasiswa saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar di organisasi kemahasiswaan (ormawa) itu.

Pembekuan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Rektor UNS Nomor 2815/UN27/KH/2021 tertanggal 27 Oktober 2021. Dengan terbitnya SK tersebut, Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS dilarang melakukan aktivitas apa pun.

Pembekuan juga ditindaklanjuti dengan pemantauan dan evaluasi lebih lanjut mengenai keberadaan Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNS.

Ketua Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS Sunny Ummul Firdaus mengatakan, keputusan untuk membekukan Menwa UNS diambil setelah rektor menerima rekomendasi yang diberikan oleh tim evaluasi.

Dalam rekomendasinya, tim evaluasi menemukan fakta-fakta bahwa telah terjadi pelanggaran aturan di dalam pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Dasar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS.

“Berdasar hasil pemeriksaan atas fakta-fakta berupa dokumen-dokumen dan keterangan dari beberapa pihak, tim evaluasi menyimpulkan bahwa telah terjadi aktivitas yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam Surat Ijin Kegiatan (SIK) Pendidikan dan Latihan Dasar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS,” ujar Sunny, Sabtu (29/10).

Sunny mengatakan, Tim Evaluasi Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 UNS dibentuk oleh Rektor UNS satu hari setelah insiden yang menyebabkan meninggalnya Gilang Endi Saputra (21). Gilang merupakan salah satu peserta Pendidikan dan Latihan Dasar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS. “Tim ini dibentuk melalui Surat Tugas nomor 4461/UN27/KP/2021 tanggal 25 Oktober 2021. Anggotanya ada 6 orang dosen dari berbagai fakultas. Fakultas Hukum, Kedokteran, Teknik, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,” pungkas Sunny.

error

Share to: