OJK LUNCURKAN APLIKASI OBOX BAGI BPR DAN BPRS DALAM RANGKA PENINGKATKAN PENGAWASAN - MEDIA PERS INDONESIA
03/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » OJK LUNCURKAN APLIKASI OBOX BAGI BPR DAN BPRS DALAM RANGKA PENINGKATKAN PENGAWASAN

OJK LUNCURKAN APLIKASI OBOX BAGI BPR DAN BPRS DALAM RANGKA PENINGKATKAN PENGAWASAN

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangka Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana peluncuran Obox bagi BPR dan BPRS secara daring, Selasa, 2 November 2021.

Mediapersindonesia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan aplikasi OJK-Box (Obox) bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Obox merupakan aplikasi pintar yang memungkinkan bank untuk berbagi data dan informasi yang bersifat transaksi dalam periode waktu tertentu melalui repository. Aplikasi ini sebelumnya sudah diluncurkan pada 2019 untuk bank umum.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangka Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana menyampaikan, pengembangan aplikasi Obox bagi BPR dan BPRS ini dalam rangka peningkatan pengawasan BPR dan BPRS, serta sejalan dengan salah satu pilar dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia (2020-2025).

“Lewat aplikasi Obox, kita ingin memberikan pelayanan yang lebih baik kepada perbankan kita, terutama kalau kita ingin meminta laporan-laporan dari bank,” kata Heru Kristiyana dalam peluncuran Obox bagi BPR dan BPRS secara daring, Selasa (2/11/2021).

Bagi bank, Heru mengatakan aplikasi ini dapat meningkatkan risk awareness pegawai BPR/BPRS, serta menghemat sumber daya karena waktu pemeriksaan dari OJK yang lebih pendek. Sedangkan bagi OJK, aplikasi ini dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan dan pemeriksaan, mendeteksi potensi permasalahan bank secara lebih dini, serta memberikan respon yang lebih cepat dan tepat. “Dengan aplikasi Obox, kita berharap manfaat-manfaat yang ingin kita capai dengan penggunaan teknologi akan membuat kita semakin fokus dalam mengawasi, semakin tepat dalam melakukan pengawasan, sehingga harapan kami pengawasan OJK bisa lebih responsif dalam mencegah berbagai tata kelola yang perlu kita perbaiki, ” kata Heru.

error

Share to: