Media Pers Indonesia Media Pers Indonesia » OKNUM MAHASISWA UIN SULTAN MAULANA HASANUDIN SERANG BANTEN MENGHAMILI ANAK DIBAWAH UMUR

OKNUM MAHASISWA UIN SULTAN MAULANA HASANUDIN SERANG BANTEN MENGHAMILI ANAK DIBAWAH UMUR

Ilustrasi

Mediapersindonesia.comSERANG. Oknum Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Serang Banten Menghamili Anak Di Bawah Umur.

Asmadi Geboi, 54 th,Buruh Harian Lepas, selaku Paman dari Korban, usia 15,4 Th anak dibawah umur korban pencabulan seksual tinggal di Kampung Masigit, Kecamatan Cikande.

Asmadi Geboi paman dari Korban anak Yatim, Ibunya bekerja untuk menafkahi dan menyekolahkan anaknya dari pekerjaan pemulung berangkat pukul 06.00 pagi pulang pukul 10 siang.  menyampaikan kepada awak media untuk meminta pertanggung jawaban kepada pelaku HSM  yang sudah melakukan perbuatan cabul terhadap anak masih dibawah umur.

Cerita Asmadi ” Kami dari pihak keluarga korban mengetahui tentang kehamilan korban pada 10 April 2022. Karena dilihat kejanggalan terhadap perubahan dari perkembangan badan korban yang membengkak seperti orang hamil.”

Baca Juga: PELAKU PEMERKOSA 10 ANAK DI VONIS HUKUMAN MATI

Atas desakan keluarga akhirnya korban mengaku bahwa benar Dia sedang mengandung (hamil) atas perbuatan hubungan terlarang dengan HSM.

Dengan gerak cepat pihak keluarga korban datang ke rumah pelaku HSM,  umur 21 Th, Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, semester 4, yang tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah korban jaraknya sekira 50 meter.

Pelaku adalah warga pendatang dari Medan yang tinggal di rumah Paman dan Bibinya yang beralamat di Kampung Masigit, Kecamatan Cikande.

Dari hasil pertemuan pada awalnya si pelaku didepan keluarganya dan keluarga korban tidak mengakui perbuatannya dengan menyebut sumpah Demi Allah berkali-kali.

Atas kerja keras saudara-saudara korban maka didapatkan bukti-bukti hasil percakapan melalui media sosial whatsaapp dan screenshot pelaku, akhirnya pelaku HSM mengakui perbuatannya.

Setelah mengakui semua perbuatannya dihadapan keluarga kedua belah pihak, Pemerintahan Desa yaitu Kepala Desa, Babinkamtibmas dan RT, RW pelaku membuat surat pernyataan diatas materai yang ditanda-tangai pelaku disaksikan oleh  RT dan RW bahwa HSM bertanggung jawab bilamana ingkar janji maka siap dituntut oleh hukum.

Sangat disayangkan kata Asmadi dari pertemuan dan surat pernyataan tersebut pihak HSM dan Keluarga pelaku belum juga memenuhi pertanggung jawabannya.

Baca Juga: SANKSI DAN PROSES HUKUM BAGI PELAKU PENCABULAN ANAK

Akhirnya pihak keluarga korban melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Umum Serang atas ke hamilan korban. Hasil dari Diagnosa dokter RSU Serang usia kehamilan korban sudah jalan 9 (sembilan) bulan.

Karena tidak ada itikat baik dari pelaku, kemudian pihak korban mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Serang untuk membuat laporan tertanggal 26 April 2022 dengan Nomor STTLP/B258/lV/2022/SPKT.SATRESKRIM/POLRES Serang/POLDA BANTEN.

STTLP/B258/lV/2022/SPKT.SATRESKRIM/POLRES SERANG/POLDA BANTEN.

Sampai dengan berita ini diterbitkan pelaku HSM menurut keterangan keluarga, pelaku HSM melarikan diri kabur dari rumah pamannya pada pukul 03.00 pada senin subuh melalui pintu kabur dengan menaruh kunci. bertepatan dengan orangtua korban berangkat kerja ke Jakarta dan pamannya berangkat ke Bandung.

Maka dari itu pihak keluarga korban melalui Asmadi Geboi meminta keadilan dan penegakan hukum yang seadil-adilnya terhadap orang kecil dan anak yatim. Tegas Asmadi.

error

Share to: