PERJALANAN PANCASILA SEBAGAI RECHTSIDEE
04/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » PERJALANAN PANCASILA SEBAGAI RECHTSIDEE

PERJALANAN PANCASILA SEBAGAI RECHTSIDEE

PERJALANAN PANCASILA SEBAGAI RECHTSIDEE

Mediapersindonesia.com – Perjalanan sejarah hukum bangsa Indonesia tidak dapat terlepas dari peran founding father pendiri bangsa Indonesia yang telah membuat fundamental norm berupa Pancasila yang menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia yang kemudian menjadi cita hukum atau rechtsidee. Dalam hal ini Pencetusan Pancasila diawali dengan pemberian janji kemerdekaan dari Jepang untuk bangsa Indonesia. Saat itu, Perdana Menteri Jepang, Kuniaki Koiso membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 7 September 1944. Badan tersebut dibentuk untuk mempelajari dan menyelidiki segala hal yang berkaitan dengan pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945 dengan tujuan merumuskan falsafah negara Indonesia.

Baca Juga: MACAM-MACAM DELIK DALAM HUKUM PIDANA DI INDONESIA

Selama empat hari, para tokoh perumus Pancasila yang terdiri dari Ir Soekarno, M. Hatta, Soepomo, Mohammad Yamin, dan K.H Abdul Wachid Hasyim merumuskan 5 asas untuk negara Indonesia. Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan 5 asas Indonesia yang ia sebut Pancasila. Lima asas yang disampaikan Soekarno yakni, kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa.

Pidato itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI. Selanjutnya, BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Kemudian, dibentuklah Panitia Sembilan terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945 dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: MAU MELAPORKAN TINDAK PIDANA KE POLISI? BEGINI PROSEDURNYA

Setelah melalui proses persidangan, akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Soekarno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.

error

Share to: