Media Pers Indonesia Media Pers Indonesia » PERUBAHAN HUKUM PERBANKAN DI INDONESIA

PERUBAHAN HUKUM PERBANKAN DI INDONESIA

PERUBAHAN HUKUM PERBANKAN DI INDONESIA

Mediapersindonesia.com – Terdapat beberapa alasan Perubahan Atas UU Perbankan

1. Perkembangan ekonomi nasional yang bergerak cepat,kompetitif dan terintegrasi dengan tantangan yang semakin komplek,serta sistem keuangan yang semakin maju;Penyesuaian dalam memasuki era globalisasi perdagangan dunia dan sebagai bentuk implementasi adanya ratifikasi oleh Indonesia terhadap beberapa perjanjian Internasional dalam bidang perdagangan barang dan jasa;

2. Sebagai bentuk imlpementasi komitmen Indonesia dalam forum Internasional,seperti WTO, APEK, ASEAN.

3. Pembukaan akses pasar yang lebih luas dan perlakuan non diskrinatif terhadap pihak investor asing.

BEBERAPA SUBTANSI PERUBAHAN ATAS UU PERBANKAN 1992

1. Pengalihan otoritas pemberian ijin pendirian bank dari Menteri Keuangan kepada Bank Indonesia;

2. Peningkatan sanksi pidana atas pelanggaran rahasia bank;

3. Peningkatan dan pengakuan secara tegas peranan bank umum dalam melaksanakan kegiatan usaha berdasrkan prinsip syariah;

4. Memberi peluang yang luas kepada investor asing sebagai mitra strategis dan pemegang saham atas bank umum;

5. Peran BPK dalam melakukan pemeriksaan terhadap bank yang di dalamnya terdapat keuangan negara;

6. Dibentuknya Lembaga Penjamin Simpanan;

7. Adanya penegasan sifat sementara bagi badan khusus p[enyehatan perbankan nasional

8. Pencantuman Syarat analisis dampak lingkungan dalam perjanjian kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah;

9. Adanya peningkatan ancaman hukuman dan pengenaan hukuman bersifat minimum dan maksimum.

Baca Juga: FUNGSI DAN TUJUAN PERBANKAN

SECARA SISTEMATIS SUBTANSI PERUBAHAN UU PERBANKAN 1992

1. Asas ,fungsi dan tujuan perbankan Indonesia

2. Jenis dan usaha bank

3. Perijinan,bentuk hukum dan kepemilikan bank

4. Pembinaan dan Pengawasan bank

5. Kepengurusan bank

6. Penggunaan tenaga asing oleh bank

7. Rahasia bank

8. Ketentuan pidana dan sanksi administratif

9. Bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.

10. Pengertian bank menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

11. Bank ialah semua badan usaha yang bertujuan untuk menyediakan jasa-jasanya jika terdapat permintaan atau penawaran akan kredit.

12. Pengertian bank pada awal di kenalnya adalah meja tempat menukar uang. Lalu pengertian berkembang penyimpan uang dan seterusnya. Pengertian ini tidaklah salah, karena pengertian pada saat itu sesuai dengan kegiatan bank pada saat itu. Namun semakin modernnya perkembangnya dunia perbankan, maka pengertian bank pun berubah pula.

13. Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.

error

Share to: