PRESIDEN EMMANUEL MACRON SEBUT PASUKAN PRANCIS BUNUH PEMIMPIN ISIS DI SAHARA - MEDIA PERS INDONESIA
03/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » PRESIDEN EMMANUEL MACRON SEBUT PASUKAN PRANCIS BUNUH PEMIMPIN ISIS DI SAHARA

PRESIDEN EMMANUEL MACRON SEBUT PASUKAN PRANCIS BUNUH PEMIMPIN ISIS DI SAHARA

Presiden Prancis Emmanuel Macron

Media Pers Indonesia – Presiden Prancis Emmanuel Macron hari ini mengumumkan pemimpin kelompok militan ISIS di Sahara Adnan Abu Walid al-Sahrawi tewas oleh pasukan militer. Prancis sudah delapan tahun melawan grup ekstrimis tersebut di perbatasan antara Mali dan Niger.

Dalam akun Twitternya Macron menulis, al-Sahrawi “telah ditundukkan oleh pasukan Prancis” namun dia tidak memberikan detail lebih lanjut.

“Malam ini negara sedang mengenang seluruh pahlawan yang bersedia mati untuk Prancis di Sahel dalam operasi Serval dan Barkhane,” cuit Macron. “Pengorbanan mereka tidak sia-sia.”

Dilansir dari laman Al-Arabiya News, Kamis (16/9), rumor kematian pimpinan militan tersebut telah tersebar selama beberapa pekan di Mali, meski pihak berwenang di wilayah tersebut tidak memberikan konfirmasi apa pun. Sulit untuk segera mencari konfirmasi secara independen atau untuk mengetahui bagaimana jasadnya diidentifikasi.

“Ini merupakan kekalahan telak untuk grup teroris ini,” kata Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly dalam unggahan nya di twitter.

Al-Sahrawi bertanggung jawab atas serangan pada 2017 di Niger yang menewaskan empat anggota militer AS dan empat anggota militer Niger. Kelompok ISIS ini juga menculik warga asing di Sahel dan diyakini masih menahan Jeffrey Woodke seorang warga Amerika, yang diculik dari rumahnya di Niger pada 2016.

Sahrawi dilahirkan di wilayah sengketa Sahara Barat dan kemudian ketika dewasa dia bergabung dengan Barisan Polisario. Setelah menghabiskan waktu di Aljazair, dia memutuskan pergi ke utara Mali di mana dia menjadi figur penting dalam kelompok yang bernama MUJAO yang menguasai kota utama di utara pada 2012.

MUJAO setia dengan kelompok Al Qaidah namun pada 2015 Sahrawai merilis pesan suara yang menyatakan dia bersumpah setia kepada ISIS di Irak dan Suriah.

@mediapersindonesia

error

Share to: