Media Pers Indonesia Media Pers Indonesia » PUTRI CANDRAWATHI AKAN PENUHI PANGGILAN PEMERIKSAAN BESOK

PUTRI CANDRAWATHI AKAN PENUHI PANGGILAN PEMERIKSAAN BESOK

PUTRI CANDRAWATHI AKAN PENUHI PANGGILAN PEMERIKSAAN BESOK

Mediapersindonesia.com – JAKARTA. Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi memastikan akan kooperatif untuk hadir dalam panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Pemeriksaan dijadwalkan penyidik Bareskrim pada Jumat, 26 Agustus. Kepastian kehadiran Putri Candrawathi disampaikan kuasa hukumnya, Arman Hanis.

“Insyaallah ibu PC kooperatif (hadir pemeriksaan, red),” ujar Arman kepada VOI, Kamis, 24 Agustus.

Nantinya, dalam proses pemeriksaan itu, Arman selaku kuasa hukum bakal mendampingi Putri Candrawathi.

Selain itu, Arman juga menyebut akan melakukan langkah hukum jika nantinya penyidik memutuskan menahan Putri Candrawathi.

Alasannya, Putri Candrawathi memiliki anak yang masih berusia 1,5 tahun. Karenanya, membutuhkan perlindungan dan pendampingan dari orang tua.

“Kami akan mengajukan hal-hal yang menjadi hak-hak hukum ibu PC,” kata Arman Hanis.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Polri sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi alias PC, istri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 26 Agustus, besok.

Baca Juga: HASIL AUTOPSI ULANG BRIGADIR J HARI INI DISERAHKAN KE BARESKRIM POLRI

Putri Candrawathi diperiksa sebagai tersangka dengan jadwal pemeriksaan pukul 10.00 WIB di gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta.

“(Diperiksa) hari Jumat di Bareskrim,” kata Andi Rian.

Pemeriksaan besok merupakan kali pertama setelah Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat 19 Agustus. Putri Candrawathi menjadi tersangka kelima dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Sebelumnya Polri telah menetapkan suaminya Irjen Ferdy Sambo, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR dan pembantu rumah tangga sekaligus sopir keluarga bernama Kuat Ma’aruf sebagai tersangka.

Kelimanya dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau pidana penjara sumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

error

Share to: