TERDAPAT 3 VARIAN COVID-19 YANG BERPOTENSI MENJADI VIRUS LOKAL DI INDONESIA - MEDIA PERS INDONESIA
04/12/2021

MEDIA PERS INDONESIA

Integritas Fakta Terpercaya

Home » TERDAPAT 3 VARIAN COVID-19 YANG BERPOTENSI MENJADI VIRUS LOKAL DI INDONESIA

TERDAPAT 3 VARIAN COVID-19 YANG BERPOTENSI MENJADI VIRUS LOKAL DI INDONESIA

Media Pers Indonesia – Peneliti virus Profesor Amin Soebandrio mengatakan ada tiga varian of interest virus paling banyak ditemukan di Indonesia. Bahkan tiga varian ini dimungkinkan menjadi varian lokal Indonesia.

“Ada beberapa virus yang ditemukan paling banyak di Indonesia lineage Indonesia ‘varian lokal’ yaitu; B 1.466.2, B 1.470, dan B. 1.459,” ujar Amin dalam webinar, Kamis (23/9/21).

Tiga varian tersebut bukanlah varian baru. Di beberapa negara turut ditemukan varian tersebut hanya saja tidak lebih banyak dibandingkan di Indonesia.

Dalam materi pemaparannya, distribusi tiga varian tersebut meningkat pada Mei 2021, bersamaan dengan varian Delta dan turunannya.

Untuk varian B.1.466.2 dikonfirmasi pertama kali di Bekasi pada 12 November 2020, dan sudah dikonfirmasi sebanyak 1.743 virus di beberapa wilayah.

Wilayah dengan temuan varian ini terbanyak di Jambi yaitu 254 virus, disusul Jawa Barat 217 virus, Jakarta 194 virus, Bali 178 virus, Kepulauan Riau 151 virus.

Selanjutnya, Sumatera Utara 139 virus, Sumatera Barat 95 virus, Kalimantan Timur 52 virus, Sulawesi Selatan 47 virus, NTT 47 virus, Kalimantan Selatan 46 virus, Jawa Tengah 44 virus, Banten 40 virus, Aceh 30 virus. Kemudian, Jawa Timur 28 virus, Kalimantan Tengah 26 virus, Sulawesi Barat 21 virus, Riau 17 virus.

Untuk varian B.1.470 ditemukan di Surabaya pada April 2020 dengan total temuan 522 virus. Dan varian B.1.459 ditemukan pertana kali di NTB pada Juni 2020 dengan total virus sampai saat ini 160 virus.

Amin juga berpesan kepada pemerintah agar tiga ‘varian lokal’ ini betul-betul dipantau sebagaimana pesan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO). Sebab menurutnya, karakteristik gejala dari tiga varian tersebut masih belum jelas.

“WHO imbau kita berikan perhatian khususnya di B.1466.2 harus dicermati misalnya tiba-tiba naik atau gejala klinisnya tidak biasa,” pesannya.

@mediapersindonesia

error

Share to: