Media Pers Indonesia Media Pers Indonesia » WARGA ANTRE SOLAR BERJAM-JAM DI PALEMBANG DAN JAMBI

WARGA ANTRE SOLAR BERJAM-JAM DI PALEMBANG DAN JAMBI

WARGA ANTRE SOLAR BERJAM-JAM DI PALEMBANG DAN JAMBI

Mediapersindonesia.com – JAKARTA. Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar dilaporkan langka di Palembang, Sumatera Selatan. Kelangkaan tersebut menyebabkan antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Anton, pengemudi truk pengangkut pasir yang dijumpai di SPBU Simpang Bandara SMB II Palembang, mengatakan dirinya sejak sebulan terakhir selalu mengantre untuk mendapatkan solar subsidi.

Ia menuturkan rata-rata lama antrean bisa mencapai lima jam untuk mengisi penuh tangki kendaraannya.

“Bahkan antrean sampai ke jalan baru (radius kurang lebih satu kilometer dari SPBU). Memang dapat terus, selalu ada minyak di SPBU. Tapi karena lihat semua antre, jadi saya ikut antre juga,” kata dia seperti dikutip dari Antara, Senin (4/4/22).

Kelangkaan juga terjadi di Kota Jambi, Provinsi Jambi. Hafiz, salah seorang sopir truk angkutan batu bara rute Sarolangun-Talang Duku, mengatakan dirinya rata-rata mengantre hingga enam jam untuk mendapatkan solar di SPBU.

“Saya tiba di sini (SPBU) jam 06.00 WIB, dan ini sudah jam 11.00 WIB siang belum juga dapat,” kata dia.

Hafiz mengatakan dari lokasi penambangan di Sarolangun Jambi setidaknya dibutuhkan solar mencapai 60 liter, sehingga dirinya sejak kemarin harus mengantre di SPBU lain untuk mencukupi kebutuhan.

Baca Juga: PENJUALAN TIKET MUDIK LEBARAN DAMRI DIBUKA

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan warga tak perlu lagi mengantre di SPBU untuk mendapatkan solar subsidi karena pihaknya menjamin suplai sesuai kondisi terkini (real time). “Tidak perlu khawatir, tidak perlu lihat orang antre lalu ikut-ikutan antre, karena masih ada (minyak),” kata Nicke di Palembang.

Ia mengimbau masyarakat tak perlu panik karena Pertamina sudah mendapatkan jaminan dari pemerintah untuk tetap mengawal ketersediaan BBM di masyarakat, baik untuk kelompok subsidi maupun non subsidi.

Jaminan ini diberikan agar harga-harga kebutuhan pokok masyarakat tidak mengalami kenaikan mengingat solar subsidi diperuntukkan bagi kendaraan umum dan kendaraan pengangkut barang-barang logistik.

Oleh karena itu, sejak awal Pertamina menyediakan suplai BBM itu merujuk pada permintaan masyarakat (base on demand). Bahkan di beberapa daerah, Pertamina sampai menambah pasokan hingga 75 persen dari biasanya.

“Dan ini yang kami lakukan (tambah pasokan),” ujar Nicke.

Menurutnya, kondisi saat ini sangat terkendali, seperti di Sumatera Selatan terdapat 27 SPBU yang menyediakan solar bersubsidi. Ia mengebut jumlah itu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan angkutan logistik.

Bahkan jika tetap terjadi antrean, Pertamina pun sudah memiliki langkah antisipasi dengan mengoperasionalkan SPBU Mobile atau unit mobil tangki yang memiliki alat hitung pembelian BBM.

Tak hanya itu, Pertamina juga dapat mengoperasikan unit Pertashop Mobile yang sempat digunakan di Tol untuk masa mudik Lebaran.

Di Sumatera Selatan, Pertamina menyediakan sebanyak 17 unit mobile dispenser sehingga saat terjadi antrean maka bisa jemput bola dengan cara mendekati kendaraan-kendaraan yang sudah mengular hingga keluar area SPBU.

Langkah lainnya, Pertamina juga memantau secara real time setiap stok di SPBU bahkan hingga dispensernya melalui sistem digitalisasi untuk menghindari terjadi kekosongan BBM.

error

Share to: