Mediapersindonesia.com – INTERNATIONAL. Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Moskow akan mengevaluasi ulang sikapnya dalam proses perundingan damai, menyusul dugaan serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia. Pernyataan tersebut disampaikan Kremlin pada Senin.
Ajudan Kebijakan Luar Negeri Kremlin, Yuri Ushakov, menjelaskan bahwa Presiden Putin dan Presiden Trump melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada hari yang sama. Dalam komunikasi tersebut, Trump bersama para penasihat senior Gedung Putih memberikan penjelasan terkait perkembangan negosiasi yang tengah dilakukan Amerika Serikat dengan Ukraina.
Menurut Ushakov, pihak Amerika Serikat dalam perundingan tersebut mendorong Ukraina agar mengambil langkah-langkah konkret menuju penyelesaian akhir konflik, bukan sekadar mengajukan tuntutan gencatan senjata sementara.
“Pihak Amerika secara tegas menekankan perlunya Kyiv menunjukkan komitmen nyata untuk mengakhiri konflik, bukan berlindung di balik usulan gencatan senjata jangka pendek,” ujar Ushakov kepada wartawan melalui konferensi pers via telepon, sebagaimana dilansir Al Arabiya, Selasa (30/12).
Baca juga: SEKITAR 2.617 APARAT JAGA AKSI DEMO BURUH HARI INI DI MONAS
Ushakov menambahkan bahwa Rusia menyampaikan kekhawatirannya terkait sejumlah gagasan yang diajukan Ukraina kepada Amerika Serikat, yang dinilai masih berpotensi ditafsirkan terlalu luas oleh Kyiv.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Trump menyatakan keterkejutannya ketika Presiden Putin menyampaikan informasi mengenai dugaan serangan drone Ukraina terhadap kediaman presiden Rusia yang berada di wilayah Novgorod.
“Posisi Rusia akan ditinjau kembali berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai pada tahap sebelumnya, serta pertukaran informasi terbaru yang berkembang,” kata Ushakov. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut telah disampaikan dengan sangat jelas.
Sementara itu, Ukraina membantah keras tudingan Rusia terkait serangan 91 pesawat tak berawak ke kediaman Presiden Putin di wilayah Rusia utara. Kyiv menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan dan menilai Moskow—yang hingga kini belum menunjukkan bukti—berupaya menggagalkan proses perundingan damai.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa klaim Rusia tersebut merupakan “rekayasa sepenuhnya” yang dimaksudkan untuk membenarkan serangan lanjutan terhadap Ukraina, termasuk ke ibu kota Kyiv, sekaligus menutupi penolakan Rusia untuk mengambil langkah nyata dalam mengakhiri perang.
Di sisi lain, Gedung Putih menyebut percakapan telepon antara Presiden Trump dan Presiden Putin berlangsung secara “positif”. Komunikasi tersebut terjadi sehari setelah Presiden Trump bertemu dengan Presiden Zelensky di Florida.






More Stories
DUGAAN KORUPSI KEPABEANAN DINILAI TERSTRUKTUR, KPK DIDORONG LAKUKAN AUDIT FORENSIK ALIRAN DANA
DPR DORONG PEMERINTAH MANFAATKAN PELEMAHAN EKONOMI SINGAPURA SEBAGAI PELUANG STRATEGIS
TIGA KAJARI DICOPOT, KEJAGUNG DALAMI DUGAAN INTERVENSI KASUS DAN PENYIMPANGAN