18/04/2026

MEDIA PERS INDONESIA

-INTEGRITAS FAKTA TERPERCAYA-

DPR DORONG PEMERINTAH MANFAATKAN PELEMAHAN EKONOMI SINGAPURA SEBAGAI PELUANG STRATEGIS

Mediapersindonesia.com – NASIONAL. Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meminta pemerintah memanfaatkan pelemahan ekonomi Singapura sebagai peluang strategis bagi Indonesia, khususnya Kota Batam. Namun, ia mengingatkan agar peluang tersebut dikelola dengan regulasi yang tepat agar tidak menimbulkan persoalan baru di dalam negeri.

“Kondisi Singapura ini harus kita lihat sebagai peluang. Pemerintah perlu mempersiapkan segala hal agar Indonesia menjadi alternatif terbaik bagi masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini beraktivitas di Singapura,” ujar Hendry dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (12/2).

Pernyataan itu disampaikan Hendry saat Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kota Batam. Ia menilai perekonomian Batam menunjukkan tren pertumbuhan signifikan seiring melemahnya ekonomi Singapura. Situasi tersebut, menurutnya, merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus direspons secara terukur.

Sebagai kawasan perbatasan dan pintu gerbang pariwisata internasional di wilayah barat Indonesia, Batam memiliki posisi strategis. Kedekatan geografis dengan Singapura, dukungan konektivitas transportasi lintas negara, serta status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) menjadikan Batam magnet bagi wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam pada periode Januari–Agustus 2025 menembus lebih dari 1 juta orang. Sekitar 50–65 persen di antaranya berasal dari Singapura.

Baca juga: TIGA KAJARI DICOPOT, KEJAGUNG DALAMI DUGAAN INTERVENSI KASUS DAN PENYIMPANGAN

Hendry menjelaskan, meningkatnya kunjungan tersebut tidak lepas dari tren baru warga Singapura yang memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di Batam pada akhir pekan, menyusul tingginya harga barang di negara tersebut.

Namun, pola kunjungan yang terjadi cenderung singkat. Rata-rata lama tinggal wisatawan tercatat sekitar 1,86 hari. Hal ini menunjukkan karakter wisata yang lebih berorientasi pada belanja (shopping tourism), bukan wisata berbasis pengalaman jangka panjang.

Dari sisi ekonomi, tingginya arus wisatawan berdampak positif terhadap sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Batam pada Agustus 2025 tercatat sebesar 53,82 persen.

Meski demikian, Hendry menyoroti adanya fenomena pembelian barang dalam jumlah besar oleh wisatawan maupun perantara lintas batas yang kerap disebut masyarakat sebagai “orang kapal”. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu distribusi barang bagi warga Batam dan memicu tekanan harga.

“Kelangkaan memang bersifat spesifik dan temporer, tergantung komoditas tertentu. Namun jika tidak dikelola dengan baik, potensi masalahnya bisa membesar. Pemerintah pusat tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut,” tegasnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk segera menata regulasi, memperkuat pengawasan distribusi barang, serta memastikan keseimbangan antara peluang ekonomi dan kepentingan masyarakat lokal tetap terjaga.