15/06/2026

MEDIA PERS INDONESIA

-INTEGRITAS FAKTA TERPERCAYA-

SEKJEN PBB NILAI KESEPAKATAN IRAN-AS JADI LANGKAH BESAR MENUJU PERDAMAIAN

Mediapersindonesia.com – JAKARTA. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat merupakan perkembangan penting dalam upaya mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah.

Mengutip laman resmi PBB pada Senin (15/6), Guterres menyambut positif pengumuman kesepakatan antara kedua negara tersebut dan menyebutnya sebagai langkah signifikan menuju terciptanya perdamaian.

Berdasarkan pernyataan juru bicara PBB, kesepakatan itu meliputi penerapan gencatan senjata permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penyusunan kerangka negosiasi lanjutan antara kedua pihak.

Guterres juga menyampaikan penghargaan kepada sejumlah negara, seperti Pakistan, Qatar, Mesir, Arab Saudi, Türkiye, dan negara kawasan lainnya yang turut berperan dalam mendukung proses diplomasi tersebut.

Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pihak guna mempercepat tercapainya penyelesaian konflik secara menyeluruh.

Selain itu, Sekjen PBB kembali menegaskan kesiapan organisasinya untuk mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan dan menyeluruh di kawasan.

Konflik terbaru di Timur Tengah diketahui mulai memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Iran kemudian melakukan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas terkait AS di kawasan Teluk.

Situasi tersebut sempat menyebabkan Selat Hormuz ditutup secara efektif, padahal jalur tersebut menjadi rute penting bagi distribusi sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.

Walaupun gencatan senjata sempat diberlakukan pada April, ketegangan antara AS dan Iran masih terus terjadi melalui aksi saling serang dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: KPK DALAMI DUGAAN PENERIMAAN GRATIFIKASI LAIN YANG MENYERET SILMY KARIM

Pada Minggu pagi, Antonio Guterres turut mengecam serangan udara Israel yang terjadi di Beirut, Lebanon.

Menurutnya, serangan tersebut berlangsung ketika gencatan senjata masih berlaku dan di saat proses diplomasi antara Washington dan Teheran sedang berlangsung untuk membuka jalan menuju perdamaian.

Guterres memperingatkan bahwa konflik di kawasan memiliki dampak serius terhadap perekonomian global dan meminta seluruh pihak menahan diri demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

Ia juga berharap negosiasi yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat dapat menghasilkan solusi damai yang nyata.

Ketegangan di Lebanon sendiri menjadi bagian dari konflik regional yang lebih luas. Krisis tersebut pecah pada 2 Maret setelah Iran diserang oleh AS dan Israel, yang kemudian memicu kelompok Hezbollah di Lebanon melakukan serangan terhadap Israel.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah berhasil dicapai.

Ia menyebut kedua negara sepakat menghentikan seluruh operasi militer secara permanen, termasuk yang berkaitan dengan situasi di Lebanon.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengonfirmasi tercapainya kesepakatan damai dengan Iran melalui unggahan di Truth Social.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menghentikan blokade angkatan laut terhadap Iran dan menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemajuan terbesar dalam proses negosiasi selama beberapa bulan terakhir.

Ia menambahkan, kesepakatan itu mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyampaikan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan AS telah rampung dan dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.