May 23, 2024

SUAR MATAHARI TERKUAT MELETUS DAN MENYERANG BUMI

Mediapersindonesia.com – JAKARTASolar flare atau suar matahari merupakan ledakan energi magnetik dengan ukuran yang sangat besar. Belum lama ini, beberapa suar dengan kategori terkuat meletus dan memberikan dampak ke Bumi.

Suar yang meletus, menurut catatan Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa di Administrasi Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA), adalah suar X1.3 dan suar X1.2. Keduanya meletus pada 5 Mei lalu dari gugus bintik matahari yang aktif, yaitu AR 3663.

Sejauh ini, dampak dari letusan suar hanya pemadaman gelombang radio di Bumi. Belum ada dampak lainnya yang terdeteksi, tetapi dampak yang berkelanjutan sangat mungkin terjadi jika partikel dari lontaran massa korona (CME) mengarah ke Bumi.

Sayangnya, kehadiran CME belum bisa dipastikan. Kantor Meteorologi Inggris mengatakan bahwa tidak ada CME yang terlihat mengarah ke Bumi. Namun, ada kemungkinan CME lolos dan tidak terdeteksi karena teknologi coronagraph masih sangat terbatas.

Ketika CME berhasil masuk ke Bumi dan menyentuh magnetosfer, arus listrik yang kuat akan mengalir ke jaringan listrik. Saat hal ini terjadi, fluktuasi akan terjadi hingga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah yang ada di Bumi.

Baca juga: JOKOWI RESMIKAN PERCONTOHAN BUDIDAYA IKAN NILA KKP DI KARAWANG

Selain itu, arus listrik yang menyentuh Orbit Rendah Bumi (LEO) akan menyebabkan gangguan pada teknologi antariksa, salah satunya adalah mengganggu arah satelit. Sinyal radio dan navigasi juga bisa mengalami gangguan karena arus listrik tersebut.

Sebelumnya, letusan suar juga sempat terjadi pada 3 Mei lalu. Masih berada di gugus bintik yang sama, suar yang meletus adalah X1.6. Dampak dari letusan ini cukup besar, yaitu fluktuasi jaringan listrik serta hambatan pada satelit dan sinyal radio.

Hingga ledakan tanggal 5 Mei, ada sembilan gugus bintik matahari yang mengarah ke Bumi. Dari seluruh gugus bintik yang terlihat, ada ratusan bintik matahari dan yang paling aktif adalah AR 3663. Sejak muncul pada 30 April, gugus ini telah meletuskan belasan suar.

Letusannya cukup bervariasi dan didominasi oleh suar di kelas M, suar yang lebih kecil dari kelas X. Gugus ini akan terus meledakkan suar di masa depan, tetapi dampaknya akan jauh lebih kecil karena gugusnya mulai berputar dan menjauhi Bumi.