June 19, 2024

TERDAPAT 14 PENGGEMAR COLDPLAY JADI KORBAN PENIPUAN JASA TITIP TIKET

Mediapersindonesia.com – JAKARTA. Band kenamaan asal Britania Raya, Coldplay siap manggung di Tanah Air. Salah satu buktinya bisa disimak dari wawancara Najwa Shihab dengan frontman Coldplay, Chris Martin di acara Mata Najwa.

Ada 14 korban jastip atau jasa titip tiket Coldplay yang melapor kepada Bareskrim Polri.

Kuasa hukum korban, Zainul Arifin menyebut laporannya telah diterima dan diregistrasi dengan Nomor: LP/B/106/V/2023/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 19 Mei 2023. Dalam laporannya ia mempersangkakan terduga pelaku dengan Pasal 45A Juncto Pasal 28 Ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Dari 14 orang korban dengan kerugian hampir Rp 30 juta,” jelas  Zainul Arifin di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2023).

Ia menyatakan korban berasal dari berbagai daerah di luar Jabodetabek. Mereka tertipu penawaran jastip tiket konser Coldplay di media sosial.

Baca juga: WASPADA 19 APLIKASI INI DAPAT MEMBAJAK REKENING ANDA

“Ada salah satu korban, ia melalui medsos Twitter, transfer (ke terduga pelaku) Rp 9 juta, tidak tahunya tiket tidak didapatkan. Ia hubungi ternyata sudah diblok,” kata Zainul Arifin memberikan keterangan.

Yang lebih bikin miris, para korban bukan menggunakan jastip tiket konser ini karena ingin harga murah. Mereka justru berani membeli dengan harga mahal.

“Tidak (tergiur harga murah), malah lebih mahal, ada satu korban kerugiannya mencapai Rp 18.500.000 untuk tiga tiket, tinggal dibagi tiga itu kerugiannya berapa. Jadi memang tiket yang harga Rp 800.000 bisa melonjak hingga Rp 2,5 juta,” tukasnya.

“Jadi itu bukan pilihan harga murah atau rendah, tapi memang keinginan masyarakat yang ingin menonton tetapi dimanfaatkan oleh oknum-onum itu sehingga mereka tertipu,” lanjut Zainul Arifin.

Ia berharap Bareskrim Polri bisa mengusut tuntas kasus ini. Sekaligus menindak tegas jika memang terbukti melibatkan oknum promotor.

“Kami juga menduga ya, mencurigai ini ada oknum yang bermain juga di beberapa promotor tiket. Karena kenapa? Tidak berselang beberapa detik, war itu dibuka itu langsung close. Maka, dari itu kami mencurigai barangkali ada oknum yang didalam itu bermain,” tutup Zainul Arifin.