35 WNI MASIH BELUM TERLACAK, KJRI HONG KONG TINGKATKAN KOORDINASI DENGAN OTORITAS SETEMPAT

35 WNI MASIH BELUM TERLACAK, KJRI HONG KONG TINGKATKAN KOORDINASI DENGAN OTORITAS SETEMPAT

Mediapersindonesia.com – NASIONAL. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong terus menjalin koordinasi dengan otoritas setempat terkait kebakaran besar yang terjadi di Kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, pada pekan lalu.

Dalam keterangannya pada Senin (1/12), KJRI Hong Kong menyampaikan bahwa sekitar 140 WNI tinggal di kompleks tersebut. Dari jumlah itu, 95 orang dipastikan selamat, sembilan orang telah terkonfirmasi meninggal dunia, satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 35 orang belum diketahui keberadaannya.
“KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan proses repatriasi jenazah dan pemenuhan hak-hak korban berjalan sebaik mungkin,” tulis KJRI.

Kebakaran di kawasan perumahan Wang Fuk Court yang terdiri dari tujuh bangunan apartemen terdeteksi pada Rabu pekan lalu menjelang pukul 15.00 waktu setempat. Api dengan cepat membesar hingga mencapai level peringatan tertinggi di Hong Kong, yaitu “No. 5 alarm”, pada pukul 18.22.

Sebelumnya, KJRI Hong Kong langsung membuka posko darurat di Gedung KJRI pada Rabu malam dan segera berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memperoleh akses informasi mengenai WNI atau PMI yang terdampak.

Baca juga: KORBAN TEWAS BANJIR DI SUMUT, SUMBAR, DAN ACEH MENCAPAI 442 ORANG

“Setelah menerima izin dari otoritas Hong Kong, sejak Kamis (27/11) pagi kami mengirim tim ke lapangan untuk melakukan pendataan, verifikasi WNI/PMI korban, serta menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, minuman, dan paket sanitasi,” jelas KJRI.

KJRI juga mendirikan posko darurat di Tai Po Community setelah mendapatkan izin resmi dari Pemerintah Hong Kong dan Kantor Distrik Tai Po pada Jumat.
“Posko ini berfungsi untuk pendataan WNI/PMI yang terdampak, penyaluran bantuan logistik, membantu pengurusan awal penerbitan paspor bagi yang kehilangan dokumen, serta memberikan asistensi lain sesuai prosedur keselamatan dan hukum yang berlaku,” tambah KJRI.

Selain langkah-langkah tersebut, KJRI Hong Kong turut menghubungi berbagai komunitas untuk menghimpun informasi mengenai keberadaan WNI/PMI yang kemungkinan menjadi korban.

Hingga kini, otoritas Hong Kong mencatat 146 orang meninggal dunia akibat kebakaran tersebut, sementara 79 lainnya mengalami luka berat.
Pemerintah Hong Kong menyampaikan bahwa jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah seiring dengan proses pencarian dan identifikasi yang terus berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *