Mediapersindonesia.com – BANDUNG. Kepolisian Daerah Jawa Barat mencatat sebanyak sepuluh kantong jenazah korban bencana longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang saat ini berada di Pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi identitasnya.
“Total terdapat sepuluh kantong jenazah yang sedang diproses di pos DVI. Enam jenazah sudah teridentifikasi, satu berupa potongan tubuh, dan tiga lainnya masih dalam tahap identifikasi,” ujar Hendra di Bandung, Sabtu.
Ia menjelaskan, proses identifikasi masih terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bersama tim SAR gabungan, meskipun menghadapi kendala cuaca ekstrem di lokasi bencana.
Menurutnya, beberapa bagian tubuh telah memiliki pembanding sidik jari yang sesuai dengan data korban yang sebelumnya dievakuasi. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante-mortem dan post-mortem.
Baca juga: GENANGAN AIR DI TOL TANGERANG SEMPAT HAMBAT LALU LINTAS MENUJU JAKARTA
“Bagian tubuh berupa tangan sudah dapat diidentifikasi melalui sidik jari. Sementara bagian tubuh lainnya, seperti kaki, masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain itu, proses pencarian korban longsor juga masih berlangsung. Namun, upaya tersebut terkendala kondisi cuaca yang belum mendukung di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan terakhir dari posko pengaduan hingga pukul 16.00 WIB, jumlah warga yang dilaporkan hilang masih cukup banyak.
“Data sementara menunjukkan sekitar 71 orang masih dinyatakan hilang,” tambahnya.
Di sisi lain, Polda Jawa Barat juga turut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana. Bantuan logistik berupa kebutuhan pokok dan penyediaan dapur lapangan telah disalurkan untuk membantu meringankan beban para korban dan memenuhi kebutuhan pengungsi.






More Stories
DUGAAN KORUPSI KEPABEANAN DINILAI TERSTRUKTUR, KPK DIDORONG LAKUKAN AUDIT FORENSIK ALIRAN DANA
DPR DORONG PEMERINTAH MANFAATKAN PELEMAHAN EKONOMI SINGAPURA SEBAGAI PELUANG STRATEGIS
TIGA KAJARI DICOPOT, KEJAGUNG DALAMI DUGAAN INTERVENSI KASUS DAN PENYIMPANGAN