24/05/2026

MEDIA PERS INDONESIA

-INTEGRITAS FAKTA TERPERCAYA-

ATASI BANJIR DI BANTEN, GUBERNUR ANDRA SONI TEKANKAN SOLUSI MENYELURUH

Mediapersindonesia.com – TANGERANG. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Provinsi Banten tidak cukup hanya dengan mengalirkan atau memindahkan genangan air dari kawasan permukiman. Menurutnya, diperlukan penanganan menyeluruh agar aliran air kembali berjalan sesuai jalur alaminya.

“Penanganan banjir bukan sekadar memindahkan air, tetapi memastikan air mengalir ke jalur yang seharusnya,” ujar Andra Soni saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Villa Tomang Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/1/2026).

Wilayah tersebut merupakan salah satu titik banjir yang berbatasan langsung dengan Situ Gelam, kawasan resapan air yang terhubung dengan Sungai Cirarap. Dari hasil peninjauan, Andra menilai normalisasi Sungai Cirarap menjadi salah satu langkah mendesak yang harus segera dilakukan. Sungai tersebut diketahui melintasi dua wilayah administrasi, yakni Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.

Ia juga menyoroti keberadaan tembok perumahan yang berdiri tepat di tepi Situ Gelam. Padahal, sesuai ketentuan, kawasan situ seharusnya memiliki jarak aman sekitar 20 meter dari bangunan permukiman.

“Faktanya, situ berbatasan langsung dengan tembok perumahan. Ini yang harus kita benahi. Intinya, fokus utama adalah menormalisasi alur air,” tegasnya.

Baca juga: GENANGAN AIR DI TOL TANGERANG SEMPAT HAMBAT LALU LINTAS MENUJU JAKARTA

Banjir di Perumahan Villa Tomang Baru terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026. Genangan melanda RW 14, RW 15, RW 17, dan RW 18 dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 110 sentimeter.

Di RW 14 dan RW 15, banjir setinggi 30–80 sentimeter merendam sekitar 158 kepala keluarga. Sementara di RW 17, ketinggian air mencapai 90–110 sentimeter dan berdampak pada 25 KK, dengan 20 warga terpaksa mengungsi ke Mushola Al-Mujahidin. Adapun di RW 18, genangan setinggi 30–70 sentimeter merendam 30 KK, dan balai warga digunakan sebagai tempat antisipasi sementara.

Banjir tersebut diduga dipicu oleh jebolnya tanggul perumahan yang berbatasan langsung dengan Situ Gelam.

Untuk itu, Andra Soni menegaskan pentingnya kerja sama lintas wilayah dan lintas instansi dalam penanganan banjir, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane, yang sebelumnya juga telah meninjau sejumlah titik banjir di Provinsi Banten.

“Dengan kolaborasi ini, kita bisa memiliki pemahaman yang sama mengenai akar permasalahan dan solusi yang tepat,” pungkasnya.